« Windows Mobile 6.5 | Depan | Telkomsel Keterlaluan »

Learning or Doing

Seringkali, seseorang bermaksud menguasai ilmu tertentu, namun akhirnya terhenti di hanya mempelajari saja. Meskipun sudah mengumpulkan banyak buku, download artikel-artikel, tanya kesana-sini dan menjalin hubungan dengan ahlinya, kadang itu semua tidak membantu.

Misalnya ingin jadi seorang Kaligrafer. Sudah membeli alat tulis yang mahal, beli buku-buku kaligrafi, ikut komunitas kaligrafer, namun di tengah jalan mendadak hilang begitu saja semangatnya. Ini pengalaman pribadi jaman jadul dulu.

Contoh yang lebih dekat, tidak sedikit rekan-rekan yang ingin bisa pemrograman. Sudah download berbagai artikel pemrograman, beli buku-buku programming, juga sudah kursus, tapi akhirnya ilmu itu tidak berarti apa-apa, menguap dan hilang.

Ya, secara teknis dan teoritis memang mereka mengerti, tetapi what next?

Menurutku, hal ini karena mereka hanya terhenti pada learning programming, belum doing programming.

Bercermin pada pengalamanku jaman dulu, saat Windows 3 masih menjadi OS mewah, Google belum lahir, internet belum konek, programming masih di jaman kegelapan, akan sulit belajar pemrograman kalo tidak doing programming.

Buku programming masih sulit ditemukan. Hanya mengandalkan artikel di Komputek lama (sempat bubar lama dan muncul lagi), dan majalah TIPS yang hanya sampe belasan edisi. Selain itu, belajar dari F1. Kalo hanya terbatas pada learning, saat itu nyaris tidak ada bahan untuk learning.

Namun saat itu pemrograman bukan sebagai tugas, bukan sebagai beban, tidak ada maksud menjadi programmer, tapi sudah menjadi hobi dan bahkan kebutuhan. Rela jalan kaki dari asrama Tambakberas ke kota Jombang hanya demi ngirit uang untuk rental komputer. Daripada buat bayar angkudes. Screenshoot kejadian.

Puluhan jam melayang kalo sudah membuka IDE QuickBasic, atau Pascal, atau apa yang mau dibuka saat itu. Aplikasi, baik yang berguna atau tak berguna, atau yang menyesatkan, banyak terlahir dari rentalnya Pak Heru.

Sakaw coding sering terjadi kalo sedang kehabisan kiriman duit. Pelajaran sekolah dan pesantren banyak yang tertinggal dan terabaikan, karena kadang berangkat ke rental teman-teman masih tidur, dan pulang ke asrama teman-teman sudah pada tidur.

Ok, itu semua bukanlah contoh yang baik, dan memang bukan itu yang hendak disampaikan, karena hasilnya saat ini malah dikutuk jadi programmer, belum jadi bosnya programmer.

Intinya adalah pada "lakukan" sesuatu itu, bukan "pelajari" apa yang ingin dikuasai. "Mempelajari" akan terjadi saat "Melakukan".

Teori tersebut berlaku pada hal-hal lain:

  1. Pingin jadi blogger, just do it, maka anda sudah jadi blogger. banyak blogger tenar saat ini yang awalnya aku lihat postingan dan blognya culun. Malah ada yang bingung hosting itu apa, dan SMS tengah malam minta dibelikan domain + hosting dan diinstallkan WP (hehehe, yang merasa aja deh :P). Dan kini blognya sudah ramai dengan jumlah komentar mencapai puluhan bahkan ratusan tiap post, sebagai bukti eksistensi.
  2. Pingin jadi networker, ambil crimping tool dan mulai potong-potong kabel jaringan di kampus/kantor. Googling deh kalo mentok. Gak usah nanya senior, kabari saja mereka kalo sudah berhasil ngehack detik.com.
  3. Pingin jadi pengusaha, just take action. Ikut seminar entrepeneur dan gabung komunitas pengusaha hanya tempat untuk refreshing saja, bukan sebagai startup.
  4. Dst.

Ketika sudah doing, maka anda sudah menjadi yang dimaksudkan. Doing programming, anda sudah jadi programmer. Doing blogging, anda sudah jadi blogger. Doing miyabing, anda sudah jadi miyaber, meskipun baru saja googling karena penasaran makanan apa itu Miyabi.

Just like that.



Ada 4 komentar

anton ashardi pada October 3, 2009 9:28 AM menulis:

pertamax!

*mengenang pertama kali blogging

Balas Komentar Ini
Bagas pada October 8, 2009 4:41 AM menulis:

Mak Jleb!!

Balas Komentar Ini
rahman pada November 14, 2009 4:48 PM menulis:

Yes learning by doing... that's the key to success :)

Balas Komentar Ini

Isi Komentar




  Isi Smiley


Pencarian

Komentar Terbaru

February 2016

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29          

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi