Headphone Ilang
Akhirnya, Headphone Sony-ku seharga 265 ribu, hilang 
di kantor

Biasanya headphone itu aku bawa setiap pulang pergi kerja, karena kadang-kadang aku pengin dengerin lagu Korn/Linkin' Park dengan volume full di rumah, dengan tidak mengganggu tetangga.
Akhir-akhir ini, tas laptop-ku udah over-quota, mulai dari charger laptop, charger handphone nokia dan siemens, buku, cd, kabel data, sisir, cd (lagi), bolpen, jas hujan (?), dan kadang-kadang berisi kopi susu ABC, sedikit camilan.
Dari berbagai kondisi tersebut, headphone-ku patah di salah satu gagangnya. Emane... 
Kemudian aku beli lem Alteco, buat nyambung gagang yang patah tadi. Huff, berhasil, meski agak cacat dikit. Bisa digunakan dengan agak baik dan agak normal.
Malamnya setelah disambung, aku bawa ke kantor dengan cara aku taruh di leher. Jadi selama perjalanan, aku mirip pilot, atau penyiar yang lain on-air.
Sesampainya di kantor, aku tekadkan untuk meninggalkan headphone itu di kantor saja, daripada di bawa bolak-balik.
Ya, malam itu aku tinggalkan dia di kantor.
Kebetulan malam itu, pasukan shift malam (venuz, arie, hari, pak david) sedang libur, jadinya pasukanku adalah pasukan terakhir. Kantor langsung tutup.
Lha ndilalah, besoknya waktu aku datang ke kantor, si headphone udah ga ada.
Aku cari-cari ke segala pelosok ruang kantor, di balik meja dan celana arek-arek, tetap ga ada. Ilang deh.
Tersangka pertamanya jelas pasukan shift pagi.
Besoknya lagi (hari ini, tadi), aku nanya yang menggunakan kursiku. Dia bilang ga tau tentang adanya headphone.
Plong, hilang deh.
Ya udah, hilang...
Silakan diambil hikmahnya 


Ada 5 komentar
Mas kalu nyebut namaku itu mbok ya dikasih link sekalian, biar saling bertautan gitu lho.
Balas Komentar Inibiar naik di google.
Itulah masalahnya nuz, saben aku nulis namamu, selalu lupa ngasih link.
Buktinya aku kalo nulis si Penyu sama Ndoweh, pasti aku kasih...
Tapi gpp, setelah ini aku kasih, tapi ga janji
Halo om Google, ini neh linknya si Venus
Balas Komentar Inimoga2 ono gunane gae maling'e yo. wedine headsetmu digae hanger...eman tenan rek
Balas Komentar IniWeks, geblek banget malinge lek headset cuman digawe hanger, padahal kudune kan digawe ngukur geger
Anyway, mungkin ono sing ora sengaja, ringkes-ringkes, terus dideleh ndek nggon liyane.
Husnudzon ae lah, ben seger pikirane
Balas Komentar Iniaku cuman merasa senasib ae lha, dikerjain 'aktifis' (aktif ngringkes barang klereran maksute
)...wes pokok'e dungo ae lha, mugo2 mben yg diambil seng rodo abot koyok freezer (lumayan iso sak cekere
)
Balas Komentar Ini