« Manunggaling Kawula Gusti | Depan | Dandang gulo »

Sangkan Paraning Dumadi

Aku... aku... aku.. ak ... ak. a.. a....

Ingatkah kamu, sehari sebelum kelahiranmu?

Darimana dirimu berasal?

Cambah di rawon nguling? yang dimakan bapakmu lalu menjadi sperma, dan akhirnya menghamili emak?

Atau dari jus wortel yang diminum emak, lalu menjadikanmu tercipta setelah dibuahi bapak?

Wallahu a'lam...

Atau... just like what they said: kamu berasal dari alam Roh

Di manakah itu? siapakah yang pernah ke sana?

Allah berfirman, bahwa alam Roh adalah rahasia dan hanya Dia yang menguasainya (lupa ayatnya, otak ga pernah dicuci nih)

Jadi, sudah pasti, kita berasal dari kehendakNya...

Lalu, ketika tewas, memasuki alam barzah lalu akhirat, siapa yang kita tuju...?

Adakah yang tau?

Entah, mungkinkah Einstein tau?

Wallahu a'lam...

Yang pasti, kita menuju ke tempat yang telah Dia janjikan, surga atau neraka

Ke tempat yang telah disediakanNya

TempatNya

Asal dan Tujuan kita, adalah Dia

Sangkan lan Paraning laku, marang Dumadi

Sangkan Paraning Dumadi


Ada 71 komentar

inti wikanestri pada December 26, 2006 7:37 AM menulis:

kenapa masih surga dan neraka?

bukankah itu hanya alam yang juga bisa kita lalui di bumi ini alam dimana surga berada adalah ketika kedamaian menyelimuti tidak lagi ada kekerasan, kelaparan kemiskinan
semuanya saling mengasihi sedangkan neraka adalah kebalikannya,
ROH? hanya Tuhan yang tahu, kita dibumi ini adalah wakilNYA untuk mempercantik bumi ini dan ROH akan selalu mencari jalan pulang kepadaNYA setelah tugas kita selesai di bumi ini dan sempurna

Aryo: Ya benar, surga adalah kebahagiaan di dunia, terlebih lagi kebahagiaan setelah kematian.
Sedangkan ROH, hmm, aku tidak tau banyak tentang hal ini

Balas Komentar Ini
AJI pada September 2, 2009 12:55 PM membalas inti wikanestri:

HIDUP INI BAGAI TITIPAN SEPERTI MINUM AIR HANYA SETES SEDUKUH AIR YG TERASA UNTUK APA DI DUNIA YG DI CARIA ADALAH PAHALA SERTA TAKUT AKAN AKHIRAT NANTI, AKHIRAT DI DUNIA INI NIKMAT JIKA BAHAGIA BEGELIMPANGAN HARTA, TAHTA DAN PANGKAT ITULAH SURGA SEDANGKAN JIKA SUSAH ITU LAH NERAKA, NAMUN SUDAH KITA TAHU KEMANA ARAH KEMBALI KITA INI.JANGAN MENGGALI TERLALZU DALAM TAK BAIK, ILMU BUKAN UNTUK DIBEBERKAN INI HANYA SEBUAH KAJI-KAJI HIDUP BELUM TENTU KITA DAPAT MELAKSANAKANNYA

Balas Komentar Ini
mbah minto pada May 27, 2011 10:33 PM membalas AJI:

lah ini agak cupet rupanya : Ilmu harus di sebar luaskan , kita bisa ketemu ini tak lepas dari jasa mbak Boule 9 juragan matematika biner , la kalau nurut sampeyan donya tambah peteng pak de

Balas Komentar Ini
Jothek pada February 2, 2012 9:49 AM membalas inti wikanestri:

Setuju pada dasarnya dan penndapat saya pribadi pada khususnya Surga dan neraka ada di Alam sekarang dimana kita tidak bisa menolak dari yang namanya keadaan dimana kita senang damai dan merasa bahagia yah seperti itulah MUNGKIN yang namanya sedang merasakan Surga itu.
TApi dimana kita merasakan kepahitan atau musibah serta bencana dan hati kita tersiksa MUNGKIN itulah NERAKA yang sedang Di alaminya...

KArena SURGA dan NERAKA sendiri Tercipta di DUNIA ini sekarang
mungkin ada yang meyakini kalau DUNIA ini sekarang adalah ALAM KEMATIAN karena yang namanya kehidupan sejati sebenarnya tidak mengenal KEMATIAN.
Mungkin juga ada yang Meyakini kalau dunia ini Adalah ALAM KEHIDUPAN walaupun Pada kehidupan ini Semua akan mengalami yang namanya KEMATIAN.

Balas Komentar Ini
ingsun pada December 31, 2006 6:59 PM menulis:

angger,,,!ojo pisan-pisan muni yen durung kasunyatan

Aryo: Lha banjur kasunyatan niku sing pripun Mbah?

Balas Komentar Ini
AHMAD pada January 8, 2011 9:33 PM membalas ingsun:

brarti sing ono jnenge ono wujudte...

Balas Komentar Ini
nature_morte pada January 4, 2007 9:46 PM menulis:

Asal usul lagi,
penciptaan terus menerus dirunut pangkalnya. Pernahkah bertemu? He he he, renungkan dalam perenungan dan perenungan dan perenungan dan terus. Tinggal seberapa lama perenungan akan berjalan, capat atau lambat, tetap saja melingkar dan menjadi sempurna satu lingkaran yang tidak berujung pangkal. Akhir perenungan tepat berada di titik awal kita memulai, perenungan bukan awal bukan akhir karena masih tetap berdiri di tempat semula.
Hidup itu pragmatis, lahir dan mati tak pernah nyata untuk yang mengalaminya. Sekali dan lewat sudah tanpa penjelasan. Tapi kehidupan yang dijalani dikenang sepanjang zaman, dibatas nyata dan semu, untuk ke-sekarang-an yang abadi juga surga neraka yang tak pernah ada di peta.

Aryo: Waktu memang bersiklus, selalu kembali ke titik awal, dengan pola rotasi yang sama, entah itu detik, menit, hari, tahun, abad. Namun meskipun berulang, kualitas pada setiap siklus yang harusnya ditingkatkan.

Balas Komentar Ini
coco pada March 6, 2009 10:22 PM membalas nature_morte:

apakah ada sesuatu yang di sebut siklus atau rantai makanan? apakah proses setiap makhluk itu tidak berujung?

Balas Komentar Ini
galih pada April 22, 2007 2:38 AM menulis:

sebuah wacana dlm otak ketika menyimak kata awal atau akhir adalah berhubungan dg keterbatasan
manusia!saya cenderung menyebutnya proses.Seperti pemahaman telor dan ayam,sangkan paraning dumadi dgn kata lain dari Tuhan utk Tuhan sendiri,saya tak akan bertanya kmana akan pergi? MAU TIDAK MAU smua kembali padaNya bahkan iblis skalipun! surga dan neraka bukankah kehendakNya, ukuran relatif untuk setiap makhluk. kita tdk akan pernah tau apakah neraka adlh surga bagi iblis,wallahualam!

Balas Komentar Ini
roso pada June 19, 2007 12:14 PM menulis:

mau menuju surga, emang tau jalannya, yang sering dibilang ustad suruh cari bekal se-banyak mungkin, bawa bekal banyak kalo gak tau jalannya apa bisa sampai ya kira-kira. disana gak ada tempat bertanya, mau tanya sapa, malaikat, dia dah selesai tugasnya mau tanya Alloh, dimana Alloh berada?renungkan denngan benar

Balas Komentar Ini
Ma Wan pada December 2, 2011 11:59 PM membalas roso:

Merenung dengan benar tu seperti apa to? mohon petunjuk biar kagak salah :)

Balas Komentar Ini
Putro pada August 19, 2007 10:40 AM menulis:

banyak misteri yg blm kita mengerti,karena kita terbatasi budi pekerti, kita sebatas mencerna & menduga,keterbatasan manusia hanya bisa menjalani dg roso/geter yg menggugah pikiran,menjadi uni/ucap,semua itu sumber dari mana?kita bisa ini itu mikir,ngomong ini itu?apakah semua berdiri sendiri?

Balas Komentar Ini
Nur Khabib pada December 19, 2007 7:19 PM menulis:

Salam Bahagia

Konsep sangkan paraning dumadi sama dengan innalillaahi wainna illahi roojiuun Sesungguhnya dari Allah dan kembali ke Allah. Ruh kita ini ditiupkan Allah bukan dilahirkan sehingga Ruh ini abadi. orang yang bisa mengenal Ruh yang ada didirinya yang sejati dia pasti mengenal Sang Maha Ruh
seperti kita merasakan air laut setetes itu asin maka samudra itu asin untuk bisa kesana dengan selamat maka kenali diri pribadimu yang sebenarnya sehingga kau tahu jalan pulang ruh manakala mau menghadapi sakarotul maut bagi yang tak mengenal jalannya pulang pasti tidak membentuk lingkaran towaf dari satu titik melingkar ke titik asal sehingga tersesat ruh itu kemana mana tidak kembali ke Allah. untuk itu carilah Mursyid yang bisa membimbing jalan Tauhid.

Salam bahagia
Nur Khabib

Balas Komentar Ini
ki achenk pamungkas pada February 3, 2011 1:47 AM membalas Nur Khabib:

berdasarkan pengalaman sampeyan....................dimana tempatnya..? mohon alamat lengkapnya..trimakasih sebelumnya.

Balas Komentar Ini
Si Mbah pada January 6, 2008 7:20 PM menulis:

ngger kasunyatan kuwi nek siro wis iso ngerteni dewek, dadi nek siro pingin ngerti kasunyatan yo siro kudu ngertine sopo siro kuwi lan sopo ingsun, ngono yo ngger, jo mangsuli nek siro durung ngerteni.

Balas Komentar Ini
Benno APana pada October 24, 2010 1:13 AM membalas Si Mbah:

sangkan jare iku asale, dene paran jare iku tujuane lan dumadi iku jare proses dadine....saka aran dadi makna yo gumantung marang kadewasane priyangga anggone mawas lan namatake kasunyatan kang dialami dening pribadine dewe-dewe.Tekan sepiro gaduke yo tekan semonu gumelaring dumadi sangkan lan parane. Mulo surga bertingkat-tingkat lan neraka bertingkat-tingkat mono iku teges gambarake anane tingkatan manungsa anggone nemahi beja lan cilakane sajroning nglakoni kasunyatan ing uripe gumantung kadewasane dewe-dewe mau. Saya dewasa yen nikmat ya saya duwur ning yen cilaka yang saya asor.Mula makna saka aran sangkan parane dumadi iku ngemu werdi kang akeh lan nora bisa dibakuake kaya dene ukuran dawa sak meter utawa rong meter wae. Ewa semana ya becik menawa ana kang kagungan sedya pada tukar kawruh supaya bisa pada sawang sinawang mad sinamadan murih bisa moncere kadewasane kanthi gegosokan kaya dene pari sajroning ditutu. Isone bisa nglingkap kulite mono ora margo gejrosane tutu nanging sabab margo gesek ginesek siji lan sijine nganti dadi beras. Lan gunane tutu iku kanggo ngobahake kahanan supaya dadi jalaran obahe para pari mau kabeh.

Balas Komentar Ini
agastya varuna pada February 24, 2008 1:27 AM menulis:

dari ga ada ya ga ada lagi,yang ga bisa di pikir dan dibayangkan,,,,semua pasti musnah

Aryo:
tul


Balas Komentar Ini
Pengabdi Kesejatian pada March 12, 2008 7:02 PM menulis:

@};- pikiran dapat menguasai perasaan. namun pikiran terkadang bertentangan dengan Roh. #:-S

Balas Komentar Ini
zie pada May 3, 2008 11:14 PM menulis:

ktika kita ingin menyatukan air didalam botol untuk bersatu dengan air laut di samudera, maka hanya satu syaratnya:
bukalah tutup botol itu yang menghambat keluarnya air itu untuk bersatu dengan samuderanya, kemudian lemparkan botol itu ke samudera, niscaya tak lagi diketahui dimana air yang ada di dalam botol itu(telah bersatu dengan samudera)

Ktika kita menginginkan kembali bersama kekasih tercinta maka hanya satu jalannya,,
Bukalah "tutup" yang menyelimuti tabir antara engkau dan Dia, dan kembalilah kepadanya dengan gembira.
carilah orang yang dapat menunjukkan jalan yang satu itu, jalan ketauhidan itu.

Balas Komentar Ini
bima pada May 19, 2008 7:40 AM menulis:

Diskusi yang menarik.
Saya sedang belajar soal ini.

Baru beli bukunya di pasar loak.
Sangkan paraning dumadi.
Wirid hidayat jati.
Kenapa buku2 bagus ini sudah tidak ada di rak buku gramedia ya???


Bima
08122862849

Aryo: Mungkin peminatnya sedikit, sehingga Gramedia males nyetok?

Balas Komentar Ini
AGUNG CAHYONO pada June 23, 2012 10:45 PM membalas bima:

MAS SULITNYA MENGHAYATI ILMU INI MAS....PADA DASARNYA SIH ENTENG SAJA TAPI DALAM LAKU HIDUP KITA TIAP HARI AMARAH EMOSI EGO YG SUIT DI KUASAI...LANJUT. :)

Balas Komentar Ini
rijal pada July 23, 2008 3:12 PM menulis:

kok ga ada yg nerusin seh


d lanjut lagi mas

Balas Komentar Ini
Ghauts pada August 23, 2008 11:21 AM menulis:

Man arafa nafsahu faqad arafa robbahu..leres mbah?kasunyatn saking syeh siti jenar?

Balas Komentar Ini
galang pada August 17, 2012 11:03 AM membalas Ghauts:

iku podho madu karo rasane cobo sampean pisahake. 2(loro)ananging nyawiji. nek madu mesti legi ananging yen legi durung tamtu madu.

Balas Komentar Ini
Slamet Riadi pada November 18, 2008 4:04 PM menulis:

Ada yang punya info buku Man 'Arafa Nafsahu Faqad 'Arafa Rabbahu ?
Tolong infonya ya kalau ada...
di toko mana buku tersebut di jual?
terimakasih banyak sebelumnya

Rgds,
Slamet Riadi
PT Thiess Contactors Indonesia
Satui Mine Project
South Kalimantan

Balas Komentar Ini
kanang pada December 13, 2008 4:37 PM membalas Slamet Riadi:

ada cari aja di toko buku karya jalaludin rumi

Balas Komentar Ini
Ahmai'il pada January 6, 2010 10:28 AM membalas Slamet Riadi:

Setahu saya itu adlah pernyataan Hadits Rosul. sebenarnya bukunnya sudah anda bawa dalamdiri anda sendiri. Namun kalo anda ingin menggali lebih dalam lagi, coba anda kunjungi di web; www.soerjoalam.com TERIMA KASIH...!!!!!!

Balas Komentar Ini
ARRI pada December 31, 2008 2:36 PM menulis:

banyak dari kita yang salah dalam menyikapi, menghadapi dan menjalankan hidup ini.

Dari keseluruhan hal intinya bermuara pd takbir yang luas dan tak terhingga sebagai manusia hanya diberikan kekuatan yang bersifat sementara dan upaya yang hanya relatif. alam yang kita definisikan adalah pancaran dari indrawi dan kedalam yang kita ucapkan merupakan bahasa batin yang semuanya masih sangat kelabu.

terus dimana makna sebenarnya. sebagaimana kita mengimani keberadaan allah. tidak satupun dari kita yang telah memiliki definisi yang lengkap tentang-Nya. Maka yang saat ini sering kita cari terkadang hanya sesuatu yang berawal dari keinginan, sebab tertentu atau alasan lainnya.


pada prinsipnya manusia merupakan unsur dari kelengkapan hidup, dengan berbagai iramanya yang dia ada dan kembali tiada hitungannya selalu sama diangga sebagai kalifaf di muka bumi ini.


to be continued .......................

Balas Komentar Ini
henyjaya pada January 9, 2009 9:23 PM menulis:

banyak sekali orang mengangap dirinya benar padahal ilmu yang dimiliki sangat dangkal sekali .
gitu sudah banyak komentar dan menyalakan orang begitulah fenomena sekarang ini .

Balas Komentar Ini
Eyang Joko pada February 24, 2009 4:09 AM menulis:

Ass.Wr.Wb. sedoyo mahluk ingkang ngambah lemah ugi ingkang mboten ngambah lemah.
syukur alhamdulillah kulo sampun maos sedoyo pitutur lan piwulang ingkang wonten webside meniko. matur nuwun....matur nuwun......
mugi saget sedoyo angsal ridho saking Gusti Alloh ingkang anggadahi alam ugi sedoyo isen-isenipun.

Nuwun sewu, menawi miturut kulo lho niki,sedoyo:
- mboten wonten ingkang salah ugi mboten wonten ingkang bener.....termasuk tulisan kulo niki.
- Mboten wonten ingkang rugi ugi mboten wonten ingkang untung.....
- Mboten wonten ingkang sugih ugi mboten wonten ingkang miskin (melarat....

Nuwun sewu lho meniko. sampun kulo nyuwun pamit. Bade lenggahan maleh kalean ngraosaken sekar arum ingkang mekar ngebak'i jagad, ugi ingkang mingkup tanpo nyesek'aken dodo.....Nuwun....

Balas Komentar Ini
suryo manggolo pada March 14, 2009 8:14 PM menulis:

GUSTI iku mung siji nanging antarane GUSTIku lan GUSTI mu durung mesti yen podo... amargo GUSTI iku ora iso kanggo pasulayan opo maneh nganti regejeganyen ono sing duwe pitakaonan antarane endog karo pitik dhisik sing endhi ku lumrah wae, amergo sing takon yo ora ngerti sing di takoni ugo durung tahu ngerti. yen aku oleh ngetokake pangunek uneg kabeh mau sing ono dhisik soko sir,terus nang angen angen lan karep lan sakpiturute.DZATULLOH SIFATULLOH SIRULLOH WUJUDULLOH AFALULLOH

Balas Komentar Ini
debu kehidupan pada April 14, 2009 7:09 PM menulis:

bagus banget blognya mas, salut :)>-

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada April 17, 2009 4:49 PM menulis:

lha monggo nderek rembag :)

Balas Komentar Ini
Allie pada May 13, 2009 7:57 PM menulis:

Mas, nyuwun priksa. Apakah pemahaman seseorang akan hakikat/nilai filosofis ajaran2 kejawen semacam "sangkan paraning dumadi" ini terbatasi juga oleh intelegensi (IQ)-nya?
--
Alok-ing tiyang kathah bilih Gusti Allah punika Maha-welas,
Ananging kenging punapa kathah tiyang pitados bilih Gusti Allah ugi nyipta Neraka kangge nyiksa manungsa?
Punapa punika mboten ateges Gusti Allah "kirang" welas?

Ingkang mboten trep ingkang pundi:
Gusti Allah ingkang sejatosipun mboten Mahawelas

utawi

Neraka ingkang sejatosipun mboten wonten?
--
Lah, fakta seperti ini yang membuat otak saya yang jongkok ini "meraung" minta ampun.

Balas Komentar Ini
sangkan pada May 25, 2009 9:17 PM menulis:

jenengku sangkan wis pirang2 puluh tahun takon marang awaku dhewe sejatine aku iku saka ngendi? lan banur arep menyang ngendi?

Balas Komentar Ini
eko prasetyo pada September 12, 2009 4:55 PM membalas sangkan:

kabeh seng mbok takokne...onok nang al quran...makane nek pengen tenang atine,,ojo topo,,,tapi ngaji,lan ngerti artine.....trus amalne...

Balas Komentar Ini
mbah minto pada May 27, 2011 10:25 PM membalas eko prasetyo:

aq ngaji sampek ndower kok malah mumet ki piye

Balas Komentar Ini
lotes pada May 16, 2012 8:08 PM membalas mbah minto:

yo yen menawi ngaji mboten mung di waos thok no pakdhe ananging ugi kedah di pahami artinipun..

Balas Komentar Ini
lotes pada May 16, 2012 8:15 PM membalas mbah minto:

ngge di pahami ugi no pakdhe arinipun..
hehe :D

Balas Komentar Ini
Mbahe pada July 29, 2009 7:49 PM menulis:

Sing baku wong urip isih nduweni Iman,amargo kw idakane manungso.Syuku

Balas Komentar Ini
Mbahe pada July 29, 2009 8:06 PM menulis:

Sing baku wong urip isih nduweni Iman,amargo kw idakane manungso.Syuku

Balas Komentar Ini
Jayusman pada August 31, 2009 8:18 AM menulis:

knp repot2 nyari sejatine manungso..!!!sama saja nyari nengdi pengeran iku!!!!menungso iku duweni pengetahuan sing terbatas.....kabeh2 iku persepsine ootak pikirane manungso.....nyuwun

Balas Komentar Ini
eko prasetyo pada September 12, 2009 5:00 PM membalas Jayusman:

setuju...lapo buak wektu gae nggoleki sejatine manungso...opo nang al quran kurang jelas...manungso iku ciptaane Gusti Kang Moho Sejati...ora luweh...

Balas Komentar Ini
uki pada September 22, 2009 11:38 AM menulis:

mbahe..punapa maknanipun: siti pinendhem bumi/ toya kelem sakjroning banyu?

Balas Komentar Ini
kabul khajate pada October 9, 2009 8:38 PM membalas uki:

KELELEP MAS.

Balas Komentar Ini
kabul khajate pada October 9, 2009 8:33 PM menulis:

APAKAH CIPTAAN SAMA DENGAN PENCIPTA ?

Balas Komentar Ini
M.Samsun pada October 14, 2009 8:52 PM menulis:

kita tak usah memikirkan adanya surga ato neraka,jg tak usah berharap msk surga atopun neraka,toh itu smua ada pembuat dan pemiliknya,knp tidak kita dekati aja dia..dg cara mengabdi dg tulus eklas..bknkah allah jg eklas menemani kita selama 24 jam shari smalam?

Balas Komentar Ini
M.Samsun pada October 14, 2009 8:58 PM menulis:

kita tak usah memikirkan adanya surga ato neraka,jg tak usah berharap msk surga atopun neraka,toh itu smua ada pembuat dan pemiliknya,knp tidak kita dekati aja dia..dg cara mengabdi dg tulus eklas..bknkah allah jg eklas menemani kita selama 24 jam shari smalam?

Balas Komentar Ini
lina pada November 11, 2009 4:34 PM menulis:

waduh g mana nih malah puyeng
turuti aja kehendak hati

Balas Komentar Ini
dumadi pada March 7, 2010 11:34 PM menulis:

lah wis intine wae ne takon mangaten kui.
lah wis jelas ne nguripmu arep nyangendi yo temo no guru sing bener ngerti dunyo lan akhirat karo ngerti ilmu opo wae.........kui kuncine sak kabehe............saiki wong urip ora ngerti ning sing ngerti golek guru koyo ngono boten wonten koncine.
matur nuwun

Balas Komentar Ini
Mbah Ronggo pada March 11, 2010 2:34 AM menulis:

Beberapa comentator sudah ada yg mengenal Sangkan Paran. Ya betul....bagaimanapun namanya di Internet, pasti hanya sebatas SELOKA, ya kan....nggak bakalan wejangan di obral di sini Matur suwun( dr orang lereng gunung MERAPI) salam...

Balas Komentar Ini
awik pada June 3, 2010 9:33 PM menulis:

singuripi jasad sopo yo?tlg di jwb ojo gowo2 agomo

Balas Komentar Ini
kenaz pada December 5, 2011 10:27 PM membalas awik:

URIP.

Balas Komentar Ini
Murti tomo pada August 16, 2010 7:30 PM menulis:

Sangkan paraning dumadi, / perjalanan manusia dari tdk ada, kemudian ada, kemudian tidak ada lagi... / menuju ke alam kelanggengan.

Balas Komentar Ini
Murti tomo pada August 16, 2010 7:33 PM menulis:

Sangkan paraning dumadi, / perjalanan manusia dari tdk ada, kemudian ada, kemudian tidak ada lagi... / menuju ke alam kelanggengan.

Balas Komentar Ini
mandra aji pada September 13, 2010 12:29 PM menulis:

joss

Balas Komentar Ini
masduki pada October 21, 2010 8:08 PM menulis:

kawulo tanglet, sanes komentar, mekaten mbah kawulo niki kepengin supados manah kawulo dipun buka, di inisiasi kalian guru, supados angsal dalan kangge ngertosi guru sejati. dateng pundi kawulo kedah pados informasi puniko?

Balas Komentar Ini
kenaz pada December 5, 2011 10:33 PM membalas masduki:

cari info dalam dirimu....syaratnya satu jgn bertanya sampai ada yg bertanya

Balas Komentar Ini
DUKKUN pada October 23, 2010 12:40 PM menulis:

KMANA LANGKAH DIA SUKA....ADA DAN TIADA DENGAN SGALA KBERADAANNYA,AKAL GERAK LANGKAH, CIPTA RASA DAN KARSA SLALU BERPACU DALAM BAHTERA KHIDUPAN....

Balas Komentar Ini
bambang wiratno pada November 3, 2010 12:25 PM menulis:

"sangkan parane dumadi",lebih bagus lagi kalau dibalik menjadi DUMADINE SANGKAN PARAN,menurut saya itu lebih menegaskan pada pengakuan kita yg memang menjadi AKU.(RAHAYU)

Balas Komentar Ini
efsilon pada November 15, 2010 2:38 PM menulis:

diskusi/komentar2 yg sangat menarik

Balas Komentar Ini
galang pada August 17, 2012 11:14 AM membalas wong jawa:

tul mas pancen ora turu. )

Balas Komentar Ini
Bambang Handoko pada April 14, 2011 2:58 PM menulis:

Sejatinya hidup itu adalah untuk mati.
Maka dalam hal ini diperlukan adanya kedekatan kita kepada sang pencipta, agar senantiasa mengikuti Kitab yang telah diturunkan dan nabi kita sebagai dasar pedoman hidupnya.

Maka makna yang dapat kita petik adalah dengan kitab yang telah diturunkan dan nabi sebagai contoh suriteladan agar senantiasa perputaran hidup kita berdasarkan kitab dan nabi sebagai contoh yang diturunkan ke dunia.
Mudah mudahan yang dapat kita petik dimana hidup ini senantiasa damai. amin.

Balas Komentar Ini
Bambang Handokooko pada April 14, 2011 3:04 PM menulis:

Mohon maaf saya pernah berdikusi di MKG di Jogya di desa Pandowo terakhir saya datang sudah menjadi perumahan.

Pola diskusi yang di ajarkan sangat baik sekali karena pokok pembahasan adalah masalah hidup dan kedepanya.
Sesepuh MKB pada waktu itu adalah Pak Bajuri, apabila teman2 ada yang tahu sekarang dimana ada pandepokannya mohon dapat dikabari ke kami.

Balas Komentar Ini
Bumi pangestu pada May 3, 2011 2:35 PM menulis:

katanya ada yg bilang sangkan paraning dumadi yaitu asalusul nya hidup ,kurang lebih nya begitu,,
manusia itu mati sak jeroning urip,,
manusia itu kepanggonan roh,,roh adalah urip,,urip adalah tuhan,,tuhan adalah allah(aku).
yang memberi nama tuhan(allah) itu manusia karena di agungkan,sedangkan tuhan ada pada diri kita,,berati tuhan ada di mana mana.
maaf itu kata2 orang edan.

Balas Komentar Ini
kenaz pada December 5, 2011 10:40 PM membalas Bumi pangestu:

Lha ini ada kata2 nya orang edan tp bener2 betul (aku setuju ) malah yg waras belum tentu ngerti

Balas Komentar Ini
Made Putri pada August 2, 2012 9:27 PM menulis:

Sangkan Paraning Dumadi = Nammyohorengekyo

Nammu : Pasrah, sumarah,Menyatu
Myoho : Hukum Gaib ALam Semesta Raya
Renge : Sebab Akibat
Kyo. : Getaran Suara

Balas Komentar Ini
teguh pada September 27, 2012 4:24 PM menulis:

Om, kalo mau cari buku "sangkan paraning dumadi" bisa cari di mana ya. Mohon info

Balas Komentar Ini
riasris pada November 13, 2012 9:39 AM menulis:

mantab.

Balas Komentar Ini
Sandi Kaladia pada December 2, 2013 4:09 PM menulis:


JAMAN BARU DATANG UNTUK MEMBUKA TABIR
SANGKAN PARANING DUMADI
SANGKAN PARANING DUMADI
SANGKAN PARANING DUMADI

Dalam Penggalian MANDALAJATI NISKALA
Memasuki Ruang Insun,Telah Melahirkan
Konsepsi SANGKAN PARANING DUMADI
Yang Fitrah, Original & Sangat Anyar.
KONSEPSI TERSEBUT BETUL BETUL BEGITU
SEDERHANA, NAMUN SANGAT MENYERUAK
DI KEDALAMAN YANG TANPA BATAS, sbb:

1♥Barang siapa yang memahami NAFAS~nya,
akan memahami rahasia HU~DA~RA~nya.
(HU~DA~RA adalah Whitehole berupa potensi
JAWAHAR AWAL, yang menjadi sistem
TRI TANGTU DI BUWANA, dan jadilah ketentuan
Tuhan SEGALA MACAM KEJADIAN
SECARA SISTEMIK TERMASUK MANUSIA)

2♥Barang siapa yang memahami HU~DA~RA~nya,
akan memahami potensi HI~DI~RI~nya.
(Potensi HI~DI~RI meliputi:
HI adalah alam Subconcious
DI adalam alam Concious
RI adalah alam Heperconcious)

3♥Barang siapa yang memahami HI~DI~RI~nya,
akan memahami satuan terkecil DI~RI~nya.
(Tribaka, Panca Azasi Wujud &
Panca Maha Buta)

4♥Barang siapa yang memahami DIRI~nya,
akan memahami HI~DIR~nya.
(Kesadaran Semesta = Kesadaran Manunggal)

5♥Barang siapa yang memahami HI~DIR~nya,
akan memahami satuan terkecil ATMA~nya.
(Kehidupan JAWAHAR AKHIR yang mengendap
pada Tribaka)

6♥Barang siapa yang memahami ATMA~nya,
akan memahami TAMAT~nya.
(Reaktor Nuklir dari akumulasi satu
Oktiliun Tribaka pada tubuh manusia,
yang segera memasuki Blackhole
untuk keluar dari Jagat Raya
dan meledak menjadi Bigbang,
di ruang hampa, gelap gulita,
bertekanan minus)

7♥Barang siapa yang memahami TAMAT~nya,
akan memahami WIWIT~nya.
(Ledakan Bigbang membentuk Whitehole
yaitu berupa potensi Jawahar Awal
di Jagat Raya Baru)

Peringatan dari Mandalajati Niskala:
"JIKA ANDA SULIT UNTUK MEMAHAMI,
LEBIH BAIK ABAIKAN SAJA. TERIMA KASIH)

═══════════════════════════════

Syair Sunda:
JAWAHAR AKHIR NGARAGA~DIA
ditulis ku Mandalajati NIskala

Atma na sakujur raga.
Hanargi museur na tazi.
Bobot Bentang JAGAT RAYA panimbangan.
Paeunteung eujeung.

Ziro sazironing titik Nu Maha Leutik.
Madet dina JAGAT LEUTIK.
Gumulung sakuliahing cahya.
Ngahideung Nu Maha Meles.
Ngan beuratna Maha Beurat.

Insun gumulung nu Tilu NGAMANUNGGAL;
PARA~TRI~NA, NI~TRI~NA jeung
HOLIK~TRI~NA dina Jawahar Akhir.

Tandaning Insun lulus nurubus.
Lolos norobos, Robbah lalakon.
Kaluar tina Sapanunggalan Gusti Nu Maha Suci.
Bitu ngajelegur.
Manggulung-gulung kabutna.
Huwung nungtung ngahujung.

Jadi jumadi ngajadi.
INSUN ROBBAH NGARAGADIA.
Gelar Ngajawahar Awal.
Gusti papanggih jeung Gusti.
Dina babak carita SAWA~RAGA~ANYAR.

Ahuuung
Ahuuung
Ahuuung
Aheeeng.

═══════════════════════════════
Artikulasi Sunda:
PANTO JAWAHAR AWAL
KA PANTO JAWAHAR AKHIR
ditulis ku Mandalajati NIskala

Manusa sategesna bagian ti Gustina.
Kum eusi samesta KOKOJAYAN
di jero HAWA~K GUSTI NU MAHA AGUNG
(Zibghotulloh).

Sagala rupa kaasup Manusa MANUNGGAL
DINA JERO HAWA~K GUSTI NU MAHA AGUNG
(Sapanunggalan).

Gusti NU MAHA AGUNG mibanda TILU
ENERGI PRIMER (Tri Tangtu Di Buwana),
nu gumulung jadi tunggal tampa wates
disebut;
JAWAHARA HAWAL WAL HAKHIR (JHWH)

SANG MAHA AGUNG
nyaeta "JHWH" dina CAKUPAN ALAM MAKRO,
mibanda:
Energi "HU" Acining Cahi,
Energi "DA" Acining Taneuh,
Energi "RA" Acining Seuneu.
Tiluanana Gumulung dina SAJATINING HUDARA,
salaku PANTO HAWAL Zat Abadi Makro,
nu disebut JAWAHAR HAWAL WHITEHOLE,
nyaeta proses DIA NGAJADIKEUN INSUN.

SANG MAHA LEMBUT
nyaeta "JHWH" dina CAKUPAN ALAM MIKRO,
mibanda:
Energi "HU" Proton,
Energi "DA" Netron,
Energi "RA" Elektron.
Tiluanana Gumulung dina SAJATINING HATOM,
salaku PANTO HAKHIR Zat Abadi Mikro,
nu disebut JAWAHAR HAKHIR BLACKHOLE,
nyaeta proses INSUN JADI DIA.
═══════════════════════════════
Filsuf MANDALAJATI NISKALA, sbg:
Zaro Bandung Zaro Agung
Majelis Agung Parahyangan Anyar.

Balas Komentar Ini

Isi Komentar




  Isi Smiley


Pencarian

Komentar Terbaru

March 2014

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi